Jumat, 10 Desember 2010

Mewujudkan Syalom Dengan Rasa Syukur kepada Tuhan

Bahan: Yesaya 11:1-10

Nabi yesaya berasal dari kerajaaan Yehuda yang hidup semasa raja-raja yang kepemimpinannya menyimpang, utamanya pada penyembahan berhala (ilah-ilah). karena itu, inti kesaksian nabi Yesaya justru menekankan kebencian Allah akan penyembahan ilah-ilah lain bahkan Tuhan Mengancam hukuman bagi umatNya atas segala pelanggaran mereka terhadap Tuhan.


Inti bacaan saat ini adalah nubuat tentang kedatangan seorang pemerintah yang adil dan akan menjalankan kebijakan sesuai dengan kehendak Allah, sehingga pemerintahanNya menjadi pemerintahan yang damai. Nubuat ini sesungguhnya mengandung satu kesaksian tentang apa sebenarnya yang Tuhan kehendaki bagi umatNya, yaitu suatu tatanan kehidupan yang adil dan damai. itu berarti bahwa selain berisi sebuah nubuatan, perikop ini juga mengandung pesan agar sebagai anak Allah, kita menyadari diri kita sebagai orang yang terpanggil untuk mewujudkan damai sejahtra atau syalom ditengah kehidupan bermasyarakat dimana saja kita berada.

Demikianlah kita juga yang ada disini saat ini. Memang boleh dikata bahwa setiap hari kita menyaksikan begitu banyak hal yang sebenarnya bertentangan dengan kehendak Allah. Bahkan sering kita merasakan seperti tidak ada lagi  harapan tentang kebaikan. Kita tidak boleh putus asa dan larut dalam hal-hal yang tanpa harapan atau yang bertentangan dengan kehendak Allah, melainkan tidak akan membiarkan kejahatan menang. Karena itu sebagai rasa syukur kita atas kebaikan Tuhan, hendaklah kita selalu berusaha memperjuangkan keadilan dan sedapat mungkin setia memelihara perdamaian walaupun sekeliling nampak berbagai praktek yang bertentangan dengan kehendak Allah. Amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar